Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I

Alhamdulillah hari ini kita kembali meneruskan membahas kajian Sirah Nabawiyah, setelah sebelumnya kita membahas tentang salah satu kisah besar yaitu tentang tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah, Alhamdulillah tentara bergajah gagal terlaksana karena di hancurkan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dengan diutusnya burung-burung. Sebelum dilahirkannya Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم), ada peristiwa lain yaitu penggalian kembali sumur Zamzam dan Kelahiran Muhammad صلى الله عليه و سلم. Dalam kajian ini juga ada kisah akan disembelihnya ayah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) Abdullah bin Abdul Muthalib oleh kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Abdul Muthalib. Artike ini diberi judul Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I. Karena artikel dibagi menjadi dua untuk satu rekaman Kajian.

MP3 Player Kajian

[ti_audio media=”37″ autoresume=”1″]

Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I

Penggalian Kembali Zamzam

Seperti dikisahkan pada kajian dengan judul Kondisi Jazirah Arab, Zamzam hilang sama sekali tanpa bekas.  Pada suatu saat Abdul Muthalib ketika sedang tidur ada orang yang datang dalam mimpinya dan berkata galilah taibah Abdul Muthalib berkata apa itu taibah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah barrah, Abdul Muthalib berkata apa itu barrah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah madnunah, Abdul Muthalib berkata apa itu madnunah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah Zamzam, Abdul Muthalib berkata apa itu Zamzam? Orang itu menjawab air yang tidak surut selamanya dan air tersebut akan memberi minum jamaah Haji yang banyak letak Zamzam itu ada diantara kotoran dan darah, juga ada burung gagak yang berkaki putih yang mematok-matok disitu, dan juga ada sangkar semut disana. Kisah lebih jelasnya dan lebih benar silahkan disimak di MP3 Player Kajian tentang penggalian kembali Zamzam.

Tatkala sadar dari mimpinya dia bertanya kepada orang yang mengerti lokasi tersebut dengan menggalinya bersama dengan satu orang anak satu-satunya pada saat itu yaitu Al Haarits bin Abdul Muthalib. Belum ada anak yang yang lain. Setelah menggali nampaklah dinding sumur.  Abdul Muthalib bertakbir Allahu Akbar. Orang-orang disekitarnya mendengar takbir Abdul Muthalib tersebut. Mereka tahu kalau  Abdul Muthalib sudah menemukan apa yang dia cari. Mereka mendekati  Abdul Muthalib dan ternyata ada sumur Zamzam.  Mereka berkata kepada  Abdul Muthalib wahai Abdul Muthalib itu sumur adalah sumur nenek moyang kita bersama yaitu Ismail dan kami punya hak untuk memiliki dan mengelola sumur itu bersama.  Abdul Muthalib berkata saya tidak lakukan, sumur ini milik saya, saya telah dikhususkan untuk menemukan sumur ini. Mereka berkata berbuat adillah engkau wahai  Abdul Muthalib terhadap kami, sesungguhnya kami tidak akan meninggalkan engkau memiliki sumur itu sendirian, kami akan bermusuhan dengan engkau sampai engkau mengijinkan kami mengelola sumur tersebut. Kata  Abdul Muthalib kalau begitu caranya carilah orang yang bisa kita adukan permasalahan kita ini. Mereka berkata wahai  Abdul Muthalib ada dukun wanita di negeri Syam mari kita adukan permasalahan kita ini. Akhirnya  Abdul Muthalib bersama rombongannya berangkat sedangkan rombongan lainnya adalah yang mereka ingin mengelola sumur Zamzam itu.

Mereka berangkat ke negeri Syam. Tetapi yang jadi masalah antara Makkah dan Syam harus melewati gurun pasir yang sangat luas. Masalah lain adalah jika orang memasuki gurun pasir, orang akan kesulitan keluar dari gurun pasir itu, karena gunung-gunung pasir yang tinggi bisa berpindah dari tempat semula karena tertiup angin sehingga kesulitan menandai.  Mereka terjebak ditengah padang pasir,  Abdul Muthalib bersama rombongannya airnya habis. Kelompok Abdul Muthalib minta air ke kelompok satunya, tetapi tidak diberi. Abdul Muthalib berunding dengan kelompoknya, apa yang harus dilakukan. Kelompok Abdul Muthalib menyerahkan keputusan Abdul Muthalib. Abdul Muthalib memberikan usulan supaya setiap orang menggali pasir untuk kuburan masing-masing, dikarekan sudah tidak ada air sedangkan mereka terjebak di tengah gurun pasir. Setelah itu Abdul Muthalib berubah pikiran dan menyampaikan ke kelompoknya, wahai sahabatku apa yang kita lakukan ini adalah bunuh diri dan sikap ketidakmampuan. Kita harus terus berusaha berjalan barangkali nanti kita akan melewati daerah yang disana Allah memberikan kita air. Ayo kita pergi. Peristiwa ini disaksikan oleh Kelompok lainya. Ketika Abdul Muthalib dan kelompoknya akan beranjak dari situ, ketika sudah menaiki ontanya, tiba-tiba keluar air tawar dari bawah kaki onta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib dan kelompoknya bertakbir Allahu Akbar, karena Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memberikan air kepada mereka. Abdul Muthalib minum air tersebut dan juga kelompoknya. Mereka juga memenuhi tempat air untuk persediaan di perjalanan. Mereka memanggil kelompok lainnya supaya mengambil air tersebut. Akhirnya kelompok Quraish yang lain tersebut sadar bahwa sesungguhnya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memilih pengelolaan Zamzam di lakukan oleh Abdul Muthalib dan mereka tidak akan mengganggunya. Maka mereka semuanya kembali ke Makkah dan tidak sampai bertemu dengan dukun wanita di negeri Syam. Demikianlah kajian tentang penggalian kembali Zamzam. Untuk artikel kedua insyaAllah akan diteruskan besok.

Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Tentara Bergajah yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

Alhamdulillah pada artikel ini kita kembali akan mempelajari Sirah Nabawiyah, setelah sebelumnya kita telah mengkaji tentang agama-agama di jazirah Arab yang telah menyimpang. Pada kajian kali ini kita akan mengkaji kisah tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah.

Player MP3 Kajian tentang Tentara Bergajah

[ti_audio media=”36″ autoresume=”1″]

 

Tentara-Bergajah-yang-Ingin-Menghancurkan-Kabah

 

Kabar gembira tentang datangnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) telah dikabarkan di dalam kitab-kitab sebelumnya.  Sebelum dilahirkannya  Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) ada peristiwa yang sangat besar yaitu penyerbuan  tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah oleh pasukan dari negeri Yaman dipimpin oleh Abrahah. Perisitwa ini  diabadikan dalam Surat Al Fiil.

Kisah Pembakaran Orang-Orang bertauhid di Parit

Ada seorang raja di Yaman bernama Du Nuwas,  dia memiliki  penyihir yang sudah tua dan si penyihir berkata ke raja supaya dicarikan orang pemuda yang bisa menjadi pewaris ilmu sihirnya. Dibawakanlah ke dia seorang pemuda yang siap belajar ilmu sihir kepada penyihir tua. Setiap berangkat belajar ilmu sihir, dia melewati seorang pendeta nasrani yang masih lurus dalam agamanya. Pendeta ini memberikan nasihat-nasihat,  pemuda ini tertarik dengan nasihat-nasihat yang diberikan sehingga pemuda ini terlambat datang ke penyihir tua.  Penyihir tua memarahi pemuda tadi, hal ini juga disampaikan ke pendeta bahwa tukang sihir marah kepada dia. Pendeta menasihati pemuda tadi, akhirnya pemuda tadi mulai bimbang harus mengikuti pendeta atau mengikuti penyihir.

Suatu saat ketika pemuda ini berjalan dia mendapati binatang buas yang sangat besar, binatang ini menghalangi manusia ke suatu tempat. Pemuda ini mengambil batu dan berkata dalam hatinya ya Allah jika pendeta lebih engkau sukai daripada penyihir maka matikanlah binatang buas ini, setelah itu  dia melemparkan batu tadi  ke binatang buas. Binantang buas itupun binasa dan masyarakat bisa melewati tempat itu. Semakin yakinlah pemuda itu terhadap kebenaran ada di pendeta. Keimanan pemuda ini kepada  Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan bahwa dia diajari oleh pendeta diketahui oleh raja.  Rajapun memanggil pendeta dan memerintahkan untuk kafir kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala, tetapi sang pendeta menolak. Rajapun menggergaji tubuh pendeta ini sampai terbelah dua. Sang raja juga memerintahkan sang pemuda untuk kafir kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala, namun sang pemuda tidak mau kafir. Sang saja memerintahkan kepada anak buahnya untuk membunuh sang pemuda, tetapi dari beberapa kali percobaan pembunuhan pemuda ini selalu di selamatkan oleh Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala.

Sang pemuda berkata kepada sang raja, engkau tidak akan mampu membunuhku sampai engkau melaksanakan yang ku sarankan kepadamu. Sang raja bertanya apa yang harus dilakukan? Sang pemuda menjawab, “Kumpulkan rakyatmu di sebuah lapangan luas dan engkau ikat aku di sebatang kayu. Lalu panah aku dengan busur milikku sambil kau ucapkan bismillah Rabb ghulam, dengan nama Allah Tuhan pemuda ini. Jika engkau lakukan itu, engkau akan berhasil membunuhku.” . Sang raja mengikuti apa yang dikatakan sang pemuda. Tatkala masyarakat melihat bahwa sang pemuda meninggal karena diucapkan bismillah, masyarakat banyak yang beriman kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala. Maka dikatakan kepada sang raja, bukankah ini yang kau khawatirkan?

Semakin murkalah sang raja.  Kemudian sang raja ini memerintahkan untuk menggali parit dan menyalakan api yang sangat besar. Sang raja berkata, barang siapa yang kafir kepada Allah maka dia akan selamat. Jika tetap beriman kepada Allah maka aka dimasukkan ke dalam parit. Dimasukkanlah orang yang tetap beriman kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala kedalam parit itu. Ada seorang wanita bersama anaknya. Ia ragu untuk mencebur ke dalam kobaran api. Anaknya berkata, “Wahai ibu, sabarlah. Sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.” . Inilah kisah yang diabadikan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dalam Al Quran surat Al Buruuj. Menurut ahli sejarah, sekitar 20 ribu orang yang dibakar dalam parit itu.

Kisah Abrahah di negeri Yaman

Ada salah satu orang beriman yang selamat, dia lari dan meminta perlindungan raja Najasyi di negeri Habsyah karena raja ini beragama nasrani yang masih benar yaitu mentauhidkan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Najasyi marah mengetahui banyak orang nasrani yang dibantai. Raja Najasyi mengutus 70 ribu pasukan ke negeri Yaman untuk memerangi raja Du Nuwas. Pasukan dipimpin dua panglima. Panglima tertinggi bernama Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Dalam peperangan ini Raja Du Nuwas dan pasukannya kalah, raja Du Nuwas karena tahu akan kalah dia dengan kudanya masuk kelaut dan tenggelam.

Setelah tewasnya raja Du Nuwas,  Yaman dikuasai oleh Panglima Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Terjadilah pertikaian dan saling berduel antara Ariyat dan Abrahah. Abrahah memenangkan duel ini dan membunuh Ariyat. Kabar ini sampai kepada raja Najasyi bahwa Abrahah telah memberontak dan membunuh Ariyat. Najasyi murka kepada Abrahah. Abrahah tahu kalau Najasyi marah kepadanya, Abrahah kemudian menulis surat kepada Najasyi bahwa dia tetap tunduk dan taat kepada raja Najasyi di Habsyah. Bahkan Abrahah memotong rambutnya, rambut beserta tanah Yaman dikirimkan kepada Najasyi di Habsyah supaya Najasyi ridho kepadanya. Abrahah berjanji kepada raja Najasyi, bahwa dia akan membangun gereja yang sangat besar, dia namakan gereja itu al qulais. Disebut al qulais karena gereja itu sangat tinggi sehingga jika ada orang yang menengadah ingin melihat puncak gereja itu, maka songkok atau qulais nya akan jatuh.

Tentara Bergajah yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

Selain itu Abrahah juga bercita-cita supaya orang berhaji ke gerejanya bukan ke Ka’bah. Abrahah menulis cita-citanya itu ke raja Najasyi. Abrahah menyeru ke orang-orang termasuk orang Arab untuk berhaji ke gereja mewahnya. Tetapi mereka tetap berhaji ke Baitullah di Makkah. Ada seorang Arab yang sedang ke Yaman, mengotori gereja tersebut dengan buang air besar didalamnya ketika malam hari. Abrahah murka, penyebabnya karena gerejanya dikotori dan yang kedua karena orang Arab tetap berhaji ke Makkah bukan ke gereja al qulais di Yaman.

Abrahah merencanakan akan menghancurkan Ka’bah dengan membentuk  pasukan bergajah. Pasukan Abrahah sangat banyak, dipasukannya ada 12 ekor gajah.  Gajah terbesar bernama mahmud. Ke 12 gajah ini diberi rantai supaya nantinya 12 ekor gajah ini mengitari Ka’bah dan mencungkil Ka’bah dengan sekali cungkilan. Rencana ini didengar oleh orang Arab, beberapa kali Abrahah dihalangi tetapi Abrahah menang bahkan menawan mereka.

Abrahah mengutus anak buahnya untuk melihat kota Makkah dan merampas harta , harta yang dirampas termasuk 200 onta milik Abdul Muthalib kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم). Abdul Muthalib berusaha menemui Abrahah, ketika awal bertemu, Abrahah kagum dengan Abdul Muthalib, sehingga dia turun dari kursinya kemudian duduk di bawah bersama Abdul Muthalib. Abdul Muthalib mengungkapkan supaya 200 onta miliknya dikembalikan ke dia. Mendengar permintaan itu Abrahah berkata aku tadi kagum kepadamu, ternyata engkau kesini cuma karena 200 ekor onta, sungguh rendah engkau.Tempat ibadah kamu akan dihancurkan tetapi kamu minta hanya onta. Abdul Muthalib berkata, onta itu milik saya, sedangkan Ka’bah milik Allah, Allah akan menjaganya. Percapakapan detailnya silahkan disimak di rekaman MP3 player diatas.

Ketika sudah dikembalikan 200 ekor ontanya,  Abdul Muthalib memerintahkan penduduk Makkah untuk pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah. Abdul Muthalib berdoa kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala di Ka’bah supaya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala menjaga Ka’bah. Setelah itu Abdul Muthalib pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah.

Ketika sudah mendekati Makkah, ada seorang yang mendekati gajah terbesar yang bernama mahmud. Orang itu berkata kepada gajah terbesar itu sesungguhnya engkau ada ditanah suci  Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, engkau diam disini atau engkau kembali ke arah engkau datang. Setelah mengucapkan itu, orang ini berlari ke gunung disekitar Makkah.  Mahmud berhenti dan tidak mau jalan lagi, tetapi ketika dipalingkan ke arah selain arah Ka’bah, gajah tersebut mau berjalan lagi. Gajah tersebut tetap dipaksa untuk jalan ke arah Ka’bah. Di awan nampak awan gelap, tetapi ternyata itu adalah sekumpulan burung-burung yang berbondong-bondong dengan membawa tiga buah batu. Batu-batu dilemparkan ke pasukan Abrahah, yang terkena batu ini sebagian langsung mati, ada yang berlari kemudian tubuh mereka tanggal dari yang lain akhirnya mati. Tetapi ada juga yang selamat tetapi cacat, sebagian yang selamat ini masih hidup seperti yang dilihat oleh Aisyah Radhiyallahu Anha. Abrahah sendiri berlari sampai pada suatu wilayah, badan Abrahah tanggal dari yang lain akhirnya dadanya juga terbelah dan jantungnya keluar. Kisah ini diabadikan dalam Al Quran surat Al Fiil. Ditahun inilah dilahirkannya  Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).