Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Masa kecil Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam

Alhamdulillah di dua artikel sebelumnya kita telah membahas peristiwa yang terjadi sebelum kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, yaitu tentang penggalian kembali Zamzam, akan disembelihnya ayah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan peristiwa saat hari ketika kelahiran. Pada kajian hari ini kita akan membahas kisah Masa kecil Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

MP3 Player Kajian

[ti_audio media=”38″ autoresume=”1″]

Masa-kecil-Muhammad-Shallallahu-Alaihi-wa-Sallam
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) lahir pada hari Senin, semua sepakat dengan hari  dilahirkannya karena memang ada dalil kuat bahwa lahirnya hari Senin. Sedangkan tanggal tepatnya masih diperselisihkan karena pada saat itu Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) masih bayi dan belum diangkat sebagai Rasul. Sehingga orang-orang tidak terlalu menaruh perhatian terhadap kapan dilahirkannya. Di rekaman kajian MP3 player diatas akan dibahas tentang perbedaan tanggal, kenapa terjadi perbedaan dan bagaimana kita seharusnya bersikap. Dibahas juga pentingnya mencontoh para sahabat dan bagaimana seharusnya wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).

Sebelum lahir, Abdullah ayah Nabi صلى الله عليه و سلم sudah wafat. Ketika melahirkan Muhammad  صلى الله عليه و سلم, Aminah melihat cahaya yang menerangi negeri Syam yang saat itu dikuasai oleh orang-orang nasrani. Di kajian ini disebutkan hadits-hadits dhoif berkaitan dengan kelahiran Muhammad صلى الله عليه و سلم, dikisahkan juga wanita-wanita yang menyusui Muhammad صلى الله عليه و سلم. Apakah memang abu lahab di ringankan siksanya karena gembira dengan membebaskan budak ketika Muhammad صلى الله عليه و سلم lahir? Silahkan disimak pembahasannya didalam MP3 Player diatas.

Masa kecil Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Ditengah Bani Sa’d

Sebagian masa kecil Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah berada ditengah Bani Sa’d. Peristiwa-peristiwa diluar kebiasaan dialami oleh Halimah As-Sa’diyah yaitu salah seorang wanita yang menyusui Muhammad.  Onta yang sebelumnya tidak mengeluarkan air susu, tetapi sekarang bisa diperah. Keledai  yang dinaiki  Halimah As-Sa’diyah menjadi kuat dan bisa berjalan cepat, kambing-kambing milik Halimah As-Sa’diyah ketika pulang setelah digembalakan selalu siap diperah, sedangkan kambing orang-orang lain tidak seperti milik Halimah As-Sa’diyah. Selain itu ada peristiwa lain dan keberkahan karena adanya Muhammad صلى الله عليه و سلم, yang dialami oleh Halimah As-Sa’diyah, silahkan disimak kisah lengkapnya di rekaman kajian diatas.

Pada usia sekitar 4 tahun Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) mengalami pembelahan dada, jantung dikeluarkan segumpulan darah yang merupakan bagian syaitan, mencuci jantung dan dikembalikan lagi. Hal ini dilakukan oleh malaikat. Kisah ini ada didalam Hadits shahih, silahkan disimak di rekaman kajian untuk lebih tepatnya kisahnya. Setelah kejadian pembelahan, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) dikembalikan ke ibundanya.

Kembali ke Pangkuan Ibunda Aminah

Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika berusia sekitar 6 tahun, diajak ibundanya ke Madinah/Yastrib disertai pembantu wanitanya, Ummu Aiman. Tujuan ke Madinah/Yastrib adalah untuk menziarahi makam ayah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Setelah menetap satu bulan di  Madinah/Yastrib, Aminah dan rombongannya siap-siap kembali ke Makkah. Dalam perjalanan itu Aminah sakit dan akhirnya meninggal dunia di Abwa’, yaitu daerah antara Makkah dan Madinah. Ibunda Aminah sakit parah dan meninggal dunia di daerah bernama Abwa’. Demikianlah Masa kecil Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, ketik berumur sekitar 6 tahun sudah tidak memiliki ayah dan ibu.

Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian II

Artikel pada hari ini (judul : Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian II ) adalah kelanjutan artikel pertama dengan judul : Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I. Untuk rekaman kajian berupa MP3 bisa di simak juga pada player MP3 berikut ini.

MP3 Player Kajian

[ti_audio media=”37″ autoresume=”1″]

 

Penggalian-Kembali-sumur-Zamzam-dan-Kelahiran-Muhammad-Shallallahu-Alaihi-wa-Sallam-Bagian-II

 

Akan di sembelihnya Abdullah bin Abdul Muthalib

Kisah kedua merupakan kelanjutan dari kisah pertama. Tatkala terjadi permusuhan kelompok Quraish terhadap Abdul Muthalib, Abdul Muthalib hanya memiliki seorang putera bernama Al Haarits bin Abdul Muthalib. Abdul Muthalib bernadzar jika dikaruniai 10 anak laki-laki yang kuat yang bisa menolongnya memerangi Quraish yang memusuhi dirinya, maka Abdul Muthalib akan menyembelih salah satu dari anaknya. Ternyata Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mengkaruniakan 10 orang anak laki-laki ke pada Abdul Muthalib. Berikut ini putra dan puteri Abdul Muthalib:

Al Haarits bin Abdul Muthalib
Az Zubair bin Abdul Muthalib
Hamzah bin Abdul Muthalib
Al Abaas bin Abdul Muthalib
Abu Lahab bin Abdul Muthalib
Abu Thalib Abdul Manaf bin Abdul Muthalib
Al Baidha’ Ummu Hakiem bintu Abdul Muthalib
Barrah binti Abdul Muthalib
Shafiyah bintu Abdul Muthalib
Arwa’
Abdullah bin Abdul Muthalib

Setelah anaknya 10, Abdul Muthalib ingat akan nadzarnya. Ceritanya panjang dan menegangkan, silahkan disimak di MP3 player kajian diatas. Singkat cerita nya  Abdullah bin Abdul Muthalib tidak jadi di sembelih dengan tebusan menyembelih 100 ekor onta. Karena senangnya Abdul Muthalib, dia segera menikahkan Abdullah bin Abdul Muthalib dengan Aminah. Aminah adalah seorang wanita yang paling tinggi nasabnya di suku Quraish. Dari pasangan suami istri ini lahirlah  Muhammad صلى الله عليه و سلم.

Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam صلى الله عليه و سلم

Tatkala hari kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, ternyata hari ini sudah ditunggu-tunggu oleh orang yahudi. Karena orang-orang yahudi tahu tentang Muhammad صلى الله عليه و سلم seperti tahu mereka terhadap anak-anak mereka.  Di Yatsrib(saat ini bernama Madinah) ada seorang yahudi beteriak keras wahai yahudi malam ini telah muncul bintangnya si Ahmad, yang berarti si Ahmad telah dilahirkan.

Ada seorang yahudi yang datang ke Makkah untuk berdagang. Dia mendatangi orang-orang Quraish dan bertanya apakah malam ini ada anak yang dilahirkan malam ini diantara kalian? Orang yahudi ini tahu bahwa malam ini adalah malam kelahiran Ahmad yang nanti akan menjadi Nabi. Orang-orang Quraish menjawab kami tidak tahu ada yang lahir malam tadi atau tidak. Orang yahudi ini merasa senang karena tidak ada yang lahir di suku Quraish malam tadi. Orang yahudi ini berkata kepada orang-orang Quraish. Wahai orang Quraish tadi malam telah dilahirkan Nabi untuk umat terakhir ini, ciri-cirinya ada gumpalan daging  diantara dua punggungnya, gumpalan daging ini  mengelurkan rambut-rambut yang banyak, hapalkanlah ciri-ciri ini. Orang yahudi ini berkata lagi apakah ada diantara kalian yang melihat ciri-ciri ini? Orang yahudi berharap tidak ada. Orang-orang kabilah Quraish mengabarkan kepada keluarga-keluarganya tentang ciri-ciri seperti yang dikatakan yahudi tadi. Ternyata tadi malam ada yang lahir anak dari  Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah yang diberi nama Muhammad. Akhirnya orang yahudi ini bertemu lagi dengan orang-orang Quraish. Dia berkata apakah ada yang lahir diantara kalian? Orang-orang Quraish yang tahu tentang kelahiran Muhammad, berangkat menemui orang yahudi dan mengabarkan berita ini. Orang-orang ini bersama pergi ke rumah Abdullah dan Aminah. Sesampainya disana meminta untuk mengeluarkan Muhammad dari dalam dan membuka baju bagian belakangnya. Ternyata ada daging kecil dan ditumbuhi rambut diantara punggung Muhammad. Orangyahudi ini langsung pingsan, karena ternyata Nabi akhir zaman lahir dari kabilah Quraish. Setelah sadar orang Quraish bertanya kepada orang yahudi ini, ada apa denganmu? Mengapa engkau pingsan? Orang yahudi menjawab demi Allah, kenabian telah hilang dari bani israil dan telah berpindah ke orang-orang Quraish. Tetapi ternyata orang yahudi inipun tidak beriman kepada Nabi Muhammad  صلى الله عليه و سلم karena hasad dan dengki kepada orang Quraish.

Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I

Alhamdulillah hari ini kita kembali meneruskan membahas kajian Sirah Nabawiyah, setelah sebelumnya kita membahas tentang salah satu kisah besar yaitu tentang tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah, Alhamdulillah tentara bergajah gagal terlaksana karena di hancurkan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dengan diutusnya burung-burung. Sebelum dilahirkannya Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم), ada peristiwa lain yaitu penggalian kembali sumur Zamzam dan Kelahiran Muhammad صلى الله عليه و سلم. Dalam kajian ini juga ada kisah akan disembelihnya ayah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) Abdullah bin Abdul Muthalib oleh kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Abdul Muthalib. Artike ini diberi judul Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I. Karena artikel dibagi menjadi dua untuk satu rekaman Kajian.

MP3 Player Kajian

[ti_audio media=”37″ autoresume=”1″]

Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I

Penggalian Kembali Zamzam

Seperti dikisahkan pada kajian dengan judul Kondisi Jazirah Arab, Zamzam hilang sama sekali tanpa bekas.  Pada suatu saat Abdul Muthalib ketika sedang tidur ada orang yang datang dalam mimpinya dan berkata galilah taibah Abdul Muthalib berkata apa itu taibah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah barrah, Abdul Muthalib berkata apa itu barrah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah madnunah, Abdul Muthalib berkata apa itu madnunah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah Zamzam, Abdul Muthalib berkata apa itu Zamzam? Orang itu menjawab air yang tidak surut selamanya dan air tersebut akan memberi minum jamaah Haji yang banyak letak Zamzam itu ada diantara kotoran dan darah, juga ada burung gagak yang berkaki putih yang mematok-matok disitu, dan juga ada sangkar semut disana. Kisah lebih jelasnya dan lebih benar silahkan disimak di MP3 Player Kajian tentang penggalian kembali Zamzam.

Tatkala sadar dari mimpinya dia bertanya kepada orang yang mengerti lokasi tersebut dengan menggalinya bersama dengan satu orang anak satu-satunya pada saat itu yaitu Al Haarits bin Abdul Muthalib. Belum ada anak yang yang lain. Setelah menggali nampaklah dinding sumur.  Abdul Muthalib bertakbir Allahu Akbar. Orang-orang disekitarnya mendengar takbir Abdul Muthalib tersebut. Mereka tahu kalau  Abdul Muthalib sudah menemukan apa yang dia cari. Mereka mendekati  Abdul Muthalib dan ternyata ada sumur Zamzam.  Mereka berkata kepada  Abdul Muthalib wahai Abdul Muthalib itu sumur adalah sumur nenek moyang kita bersama yaitu Ismail dan kami punya hak untuk memiliki dan mengelola sumur itu bersama.  Abdul Muthalib berkata saya tidak lakukan, sumur ini milik saya, saya telah dikhususkan untuk menemukan sumur ini. Mereka berkata berbuat adillah engkau wahai  Abdul Muthalib terhadap kami, sesungguhnya kami tidak akan meninggalkan engkau memiliki sumur itu sendirian, kami akan bermusuhan dengan engkau sampai engkau mengijinkan kami mengelola sumur tersebut. Kata  Abdul Muthalib kalau begitu caranya carilah orang yang bisa kita adukan permasalahan kita ini. Mereka berkata wahai  Abdul Muthalib ada dukun wanita di negeri Syam mari kita adukan permasalahan kita ini. Akhirnya  Abdul Muthalib bersama rombongannya berangkat sedangkan rombongan lainnya adalah yang mereka ingin mengelola sumur Zamzam itu.

Mereka berangkat ke negeri Syam. Tetapi yang jadi masalah antara Makkah dan Syam harus melewati gurun pasir yang sangat luas. Masalah lain adalah jika orang memasuki gurun pasir, orang akan kesulitan keluar dari gurun pasir itu, karena gunung-gunung pasir yang tinggi bisa berpindah dari tempat semula karena tertiup angin sehingga kesulitan menandai.  Mereka terjebak ditengah padang pasir,  Abdul Muthalib bersama rombongannya airnya habis. Kelompok Abdul Muthalib minta air ke kelompok satunya, tetapi tidak diberi. Abdul Muthalib berunding dengan kelompoknya, apa yang harus dilakukan. Kelompok Abdul Muthalib menyerahkan keputusan Abdul Muthalib. Abdul Muthalib memberikan usulan supaya setiap orang menggali pasir untuk kuburan masing-masing, dikarekan sudah tidak ada air sedangkan mereka terjebak di tengah gurun pasir. Setelah itu Abdul Muthalib berubah pikiran dan menyampaikan ke kelompoknya, wahai sahabatku apa yang kita lakukan ini adalah bunuh diri dan sikap ketidakmampuan. Kita harus terus berusaha berjalan barangkali nanti kita akan melewati daerah yang disana Allah memberikan kita air. Ayo kita pergi. Peristiwa ini disaksikan oleh Kelompok lainya. Ketika Abdul Muthalib dan kelompoknya akan beranjak dari situ, ketika sudah menaiki ontanya, tiba-tiba keluar air tawar dari bawah kaki onta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib dan kelompoknya bertakbir Allahu Akbar, karena Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memberikan air kepada mereka. Abdul Muthalib minum air tersebut dan juga kelompoknya. Mereka juga memenuhi tempat air untuk persediaan di perjalanan. Mereka memanggil kelompok lainnya supaya mengambil air tersebut. Akhirnya kelompok Quraish yang lain tersebut sadar bahwa sesungguhnya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memilih pengelolaan Zamzam di lakukan oleh Abdul Muthalib dan mereka tidak akan mengganggunya. Maka mereka semuanya kembali ke Makkah dan tidak sampai bertemu dengan dukun wanita di negeri Syam. Demikianlah kajian tentang penggalian kembali Zamzam. Untuk artikel kedua insyaAllah akan diteruskan besok.

Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Tentara Bergajah yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

Alhamdulillah pada artikel ini kita kembali akan mempelajari Sirah Nabawiyah, setelah sebelumnya kita telah mengkaji tentang agama-agama di jazirah Arab yang telah menyimpang. Pada kajian kali ini kita akan mengkaji kisah tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah.

Player MP3 Kajian tentang Tentara Bergajah

[ti_audio media=”36″ autoresume=”1″]

 

Tentara-Bergajah-yang-Ingin-Menghancurkan-Kabah

 

Kabar gembira tentang datangnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) telah dikabarkan di dalam kitab-kitab sebelumnya.  Sebelum dilahirkannya  Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) ada peristiwa yang sangat besar yaitu penyerbuan  tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah oleh pasukan dari negeri Yaman dipimpin oleh Abrahah. Perisitwa ini  diabadikan dalam Surat Al Fiil.

Kisah Pembakaran Orang-Orang bertauhid di Parit

Ada seorang raja di Yaman bernama Du Nuwas,  dia memiliki  penyihir yang sudah tua dan si penyihir berkata ke raja supaya dicarikan orang pemuda yang bisa menjadi pewaris ilmu sihirnya. Dibawakanlah ke dia seorang pemuda yang siap belajar ilmu sihir kepada penyihir tua. Setiap berangkat belajar ilmu sihir, dia melewati seorang pendeta nasrani yang masih lurus dalam agamanya. Pendeta ini memberikan nasihat-nasihat,  pemuda ini tertarik dengan nasihat-nasihat yang diberikan sehingga pemuda ini terlambat datang ke penyihir tua.  Penyihir tua memarahi pemuda tadi, hal ini juga disampaikan ke pendeta bahwa tukang sihir marah kepada dia. Pendeta menasihati pemuda tadi, akhirnya pemuda tadi mulai bimbang harus mengikuti pendeta atau mengikuti penyihir.

Suatu saat ketika pemuda ini berjalan dia mendapati binatang buas yang sangat besar, binatang ini menghalangi manusia ke suatu tempat. Pemuda ini mengambil batu dan berkata dalam hatinya ya Allah jika pendeta lebih engkau sukai daripada penyihir maka matikanlah binatang buas ini, setelah itu  dia melemparkan batu tadi  ke binatang buas. Binantang buas itupun binasa dan masyarakat bisa melewati tempat itu. Semakin yakinlah pemuda itu terhadap kebenaran ada di pendeta. Keimanan pemuda ini kepada  Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan bahwa dia diajari oleh pendeta diketahui oleh raja.  Rajapun memanggil pendeta dan memerintahkan untuk kafir kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala, tetapi sang pendeta menolak. Rajapun menggergaji tubuh pendeta ini sampai terbelah dua. Sang raja juga memerintahkan sang pemuda untuk kafir kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala, namun sang pemuda tidak mau kafir. Sang saja memerintahkan kepada anak buahnya untuk membunuh sang pemuda, tetapi dari beberapa kali percobaan pembunuhan pemuda ini selalu di selamatkan oleh Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala.

Sang pemuda berkata kepada sang raja, engkau tidak akan mampu membunuhku sampai engkau melaksanakan yang ku sarankan kepadamu. Sang raja bertanya apa yang harus dilakukan? Sang pemuda menjawab, “Kumpulkan rakyatmu di sebuah lapangan luas dan engkau ikat aku di sebatang kayu. Lalu panah aku dengan busur milikku sambil kau ucapkan bismillah Rabb ghulam, dengan nama Allah Tuhan pemuda ini. Jika engkau lakukan itu, engkau akan berhasil membunuhku.” . Sang raja mengikuti apa yang dikatakan sang pemuda. Tatkala masyarakat melihat bahwa sang pemuda meninggal karena diucapkan bismillah, masyarakat banyak yang beriman kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala. Maka dikatakan kepada sang raja, bukankah ini yang kau khawatirkan?

Semakin murkalah sang raja.  Kemudian sang raja ini memerintahkan untuk menggali parit dan menyalakan api yang sangat besar. Sang raja berkata, barang siapa yang kafir kepada Allah maka dia akan selamat. Jika tetap beriman kepada Allah maka aka dimasukkan ke dalam parit. Dimasukkanlah orang yang tetap beriman kepada Allah  Subhanallahu Wa Ta’ala kedalam parit itu. Ada seorang wanita bersama anaknya. Ia ragu untuk mencebur ke dalam kobaran api. Anaknya berkata, “Wahai ibu, sabarlah. Sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.” . Inilah kisah yang diabadikan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dalam Al Quran surat Al Buruuj. Menurut ahli sejarah, sekitar 20 ribu orang yang dibakar dalam parit itu.

Kisah Abrahah di negeri Yaman

Ada salah satu orang beriman yang selamat, dia lari dan meminta perlindungan raja Najasyi di negeri Habsyah karena raja ini beragama nasrani yang masih benar yaitu mentauhidkan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Najasyi marah mengetahui banyak orang nasrani yang dibantai. Raja Najasyi mengutus 70 ribu pasukan ke negeri Yaman untuk memerangi raja Du Nuwas. Pasukan dipimpin dua panglima. Panglima tertinggi bernama Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Dalam peperangan ini Raja Du Nuwas dan pasukannya kalah, raja Du Nuwas karena tahu akan kalah dia dengan kudanya masuk kelaut dan tenggelam.

Setelah tewasnya raja Du Nuwas,  Yaman dikuasai oleh Panglima Ariyat dan panglima yang lebih rendah bernama Abrahah. Terjadilah pertikaian dan saling berduel antara Ariyat dan Abrahah. Abrahah memenangkan duel ini dan membunuh Ariyat. Kabar ini sampai kepada raja Najasyi bahwa Abrahah telah memberontak dan membunuh Ariyat. Najasyi murka kepada Abrahah. Abrahah tahu kalau Najasyi marah kepadanya, Abrahah kemudian menulis surat kepada Najasyi bahwa dia tetap tunduk dan taat kepada raja Najasyi di Habsyah. Bahkan Abrahah memotong rambutnya, rambut beserta tanah Yaman dikirimkan kepada Najasyi di Habsyah supaya Najasyi ridho kepadanya. Abrahah berjanji kepada raja Najasyi, bahwa dia akan membangun gereja yang sangat besar, dia namakan gereja itu al qulais. Disebut al qulais karena gereja itu sangat tinggi sehingga jika ada orang yang menengadah ingin melihat puncak gereja itu, maka songkok atau qulais nya akan jatuh.

Tentara Bergajah yang Ingin Menghancurkan Ka’bah

Selain itu Abrahah juga bercita-cita supaya orang berhaji ke gerejanya bukan ke Ka’bah. Abrahah menulis cita-citanya itu ke raja Najasyi. Abrahah menyeru ke orang-orang termasuk orang Arab untuk berhaji ke gereja mewahnya. Tetapi mereka tetap berhaji ke Baitullah di Makkah. Ada seorang Arab yang sedang ke Yaman, mengotori gereja tersebut dengan buang air besar didalamnya ketika malam hari. Abrahah murka, penyebabnya karena gerejanya dikotori dan yang kedua karena orang Arab tetap berhaji ke Makkah bukan ke gereja al qulais di Yaman.

Abrahah merencanakan akan menghancurkan Ka’bah dengan membentuk  pasukan bergajah. Pasukan Abrahah sangat banyak, dipasukannya ada 12 ekor gajah.  Gajah terbesar bernama mahmud. Ke 12 gajah ini diberi rantai supaya nantinya 12 ekor gajah ini mengitari Ka’bah dan mencungkil Ka’bah dengan sekali cungkilan. Rencana ini didengar oleh orang Arab, beberapa kali Abrahah dihalangi tetapi Abrahah menang bahkan menawan mereka.

Abrahah mengutus anak buahnya untuk melihat kota Makkah dan merampas harta , harta yang dirampas termasuk 200 onta milik Abdul Muthalib kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم). Abdul Muthalib berusaha menemui Abrahah, ketika awal bertemu, Abrahah kagum dengan Abdul Muthalib, sehingga dia turun dari kursinya kemudian duduk di bawah bersama Abdul Muthalib. Abdul Muthalib mengungkapkan supaya 200 onta miliknya dikembalikan ke dia. Mendengar permintaan itu Abrahah berkata aku tadi kagum kepadamu, ternyata engkau kesini cuma karena 200 ekor onta, sungguh rendah engkau.Tempat ibadah kamu akan dihancurkan tetapi kamu minta hanya onta. Abdul Muthalib berkata, onta itu milik saya, sedangkan Ka’bah milik Allah, Allah akan menjaganya. Percapakapan detailnya silahkan disimak di rekaman MP3 player diatas.

Ketika sudah dikembalikan 200 ekor ontanya,  Abdul Muthalib memerintahkan penduduk Makkah untuk pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah. Abdul Muthalib berdoa kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala di Ka’bah supaya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala menjaga Ka’bah. Setelah itu Abdul Muthalib pergi ke gunung-gunung disekitar Makkah.

Ketika sudah mendekati Makkah, ada seorang yang mendekati gajah terbesar yang bernama mahmud. Orang itu berkata kepada gajah terbesar itu sesungguhnya engkau ada ditanah suci  Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, engkau diam disini atau engkau kembali ke arah engkau datang. Setelah mengucapkan itu, orang ini berlari ke gunung disekitar Makkah.  Mahmud berhenti dan tidak mau jalan lagi, tetapi ketika dipalingkan ke arah selain arah Ka’bah, gajah tersebut mau berjalan lagi. Gajah tersebut tetap dipaksa untuk jalan ke arah Ka’bah. Di awan nampak awan gelap, tetapi ternyata itu adalah sekumpulan burung-burung yang berbondong-bondong dengan membawa tiga buah batu. Batu-batu dilemparkan ke pasukan Abrahah, yang terkena batu ini sebagian langsung mati, ada yang berlari kemudian tubuh mereka tanggal dari yang lain akhirnya mati. Tetapi ada juga yang selamat tetapi cacat, sebagian yang selamat ini masih hidup seperti yang dilihat oleh Aisyah Radhiyallahu Anha. Abrahah sendiri berlari sampai pada suatu wilayah, badan Abrahah tanggal dari yang lain akhirnya dadanya juga terbelah dan jantungnya keluar. Kisah ini diabadikan dalam Al Quran surat Al Fiil. Ditahun inilah dilahirkannya  Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).

 

Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Agama di jazirah Arab

Alhamdulillah pada kajian sebelumnya kita telah mengkaji tentang kondisi jazirah Arab di zaman jahiliyah yang penuh dengan kesyirikan dan penyimpangan. Sehingga pada saat itu Allah SubhanaAllahu wa Ta’ala murka pada penduduk bumi seluruhnya,  Arab maupun yang bukan Arab kecuali sebagian dari ahlul kitab. Pada masa itu Agama di jazirah Arab ada beberapa yaitu majuzi, yahudi dan nasrani.

Agama di jazirah Arab

Kajian MP3 Player

[ti_audio media=”35″ autoresume=”1″]

Agama di jazirah Arab yang menyimpang

Tujuan yahudi hijrah ke jazirah Arab adalah karena mereka mengetahui akan datang Nabi di jazirah Arab.  Allah Subhanallahu wa Ta’ala menggambarkan pengetahuan yahudi tentang  Muhammad seperti pengetahuan mereka terhadapa anak-anaknya. Orang-orang yahudi berharap Nabi akan muncul dari kaum yahudi. Tetapi ternyata Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) dari bangsa Arab. Karena keangkuhan yahudi, mereka nanti akan mengingkari kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) karena bukan dari kaum yahudi. Orang-orang yahudi mengubah-ubah firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala di Taurat, di Taurat mereka mensifati Allah Subhanallahu wa Ta’ala miskin, tangan terbelenggu, capek, tidak tahu, menyesal, menangis, bergulat dengan nabi Ya’kub. Itulah sifat-sifat yang sangat buruk yang di sifatkan kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Mereka juga mencela nabi-nabi utusan Allah Subhanallahu wa Ta’ala.  Silahkan disimak di rekaman pada player diatas tentang kerusakan-kerusakan yang dilakukan yahudi.

Begitu juga orang nasrani, mereka melakukan penyimpangan dengan menulis al kitab dengan tangan-tangan mereka. Mereka mengatakan Allah memiliki anak dan mereka mengatakan tentang bersatunya Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan Nabi Isa.  Begitulah akidah menyimpang orang nasrani.

Tentang Masa Fatrah

Masa antara  Nabi Isa AlaihisSalam dan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) antara 500-600 tahun, masa ini disebut  Fatrah. Pada masa ini meskipun banyak kesyirikan dan agama di jazirah Arab sudah diubah-ubah, tetapi masih ada sedikit orang-orang yang masih dalam ajaran Nabi Ibrahim AlaihisSalam, mereka disebut Khunafa yaitu orang yang hanya menyembah Allah SubhanAllahu wa Ta’ala.  Dikajian ini dikisahkan beberapa orang Khunafa, seperti Zaid bin Amr bin Nufail,  Waraqah bin Naufal dan lainnya. Juga dibahas bagaimana status orang yang melakukan kesyirikan dan mati dalam kesyirikan di masa Fatrah. Apakah mereka akan dimasukkan Surga atau di azab di Neraka?Silahkan disimak di Player MP3 diatas untuk lengkapnya.

Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Kondisi Jazirah Arab

Alhamdulillah kita sebelumnya telah mengkaji kisah Hajar dan Ismail AlaihisSalam sampai dibangunnya Ka’bah supaya manusia tidak berbuat kesyirikan kepada Allah Subhanallhu wa Ta’ala. Setelah selesai dibangunnya Ka’bah, Allah Subhanallhu wa Ta’ala memerintahkan Ibrahim AlaihisSalam supaya mengumandangkan panggilan ke manusia untuk berhaji ke Baitullah. Kajian Sirah Nabawiyah kali ini membahas tentang kondisi jazirah Arab. Silahkan klik player kajian untuk menyimak lebih mendetail.

Kondisi-Jazirah-Arab

 

Kaduanya juga berdoa kepada Allah Subhanallhu wa Ta’ala agar dari keturunan Nabi Ismail AlaihisSalam diutus seorang Nabi. Allah Subhanallhu wa Ta’ala mengabulkan doa tersebut yaitu nanti dengan diutusnya Nabi Muhammad  Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Player MP3 Kajian

[ti_audio media=”34″ autoresume=”1″]

Kondisi Jazirah Arab juga Makkah

Nabi Ismail AlaihisSalam menetep di Makkah, menurut ahli sejarah Nabi Ismail AlaihisSalam memiliki 12 keturunan. Ketika sampai diusia 130 tahun Nabi Ismail AlaihisSalam meninggal dunia. Menurut ahli sejarah masa hidup Nabi Ibrahim AlaihisSalam yaitu pada abad ke 19 sebelum Masehi.  Dikarenakan Nabi Ismail AlaihisSalam menikah dengan seorang wanita kabilah Jurhum, sehingga kabilah Jurhum ini yang mengurus Ka’bah dan mengusai kota Makkah. Tetapi mereka tidak menjaga kesucian kota Makkah dan mereka melakukan kedhaliman dan kerusakan di kota Makkah. Bahkan mereka mencuri harta yang ada di dalam Kabah yaitu harta yang biasanya ditinggalkan di dalam Ka’bah sebagai hadiah oleh orang-orang yang menziarahi Ka’bah. Pada masa kabilah Jurhum ini pertama kalinya Zamzam hilang dan tidak ada bekasnya sama sekali.  Kemudian datang kabilah lain di Makkah yaitu kabilah Khuza’ah yang dipimpin oleh Amr bin Luhay, tetapi kabilah ini tidak diterima oleh kabilah Jurhum karena  kabilah Khuza’ah ingin mereka menetap di Makkah. Akhirnya terjadi peperangan, Kabilah Jurhum kalah dan diusir dari kota Makkah. Meskipun istri Nabi Ismail AlaihisSalam berasal dari kabilah Jurhum tetapi keturunan mereka bukan termasuk kabilah Jurhum, sehingga ketika terjadi peperangan ini mereka menjauh dari peperangan ini. Setelah kabilah Jurhum pergi, kekuasaan berpindah ke kabilah Khuza’ah. Terjadi kerusakan dimana-mana yang dilakukan oleh kabilah Khuza’ah maka keturunan Nabi Ismail AlaihisSalam dikumpulkan dan mengadakan peperangan dengan kabilah Khuza’ah, peperangan ini dimenangkan oleh suku Quraish. Silahkan disimak langsung di rekaman pada player kajian diatas.

Mulainya Kesyirikan di Arab

Kita kembali kepada kisah Amr bin Luhay yaitu pemimpin kabilah Khuza’ah,  dialah orang yang membawa kesyirikan pertama  kali di kota Makkah, dia yang membawa patung Hubal dari negeri Syam dan ditaruh di Ka’bah dan memanggil orang-orang  untuk menyembahnya. Meskipun dulu pada masa kabilah Jurhum dan Khuza’ah terjadi banyak kerusakan dan kemaksiatan, tetapi mereka tidak sampai berbuat kesyirikan.

Kondisi jazirah Arab bertebaran penyembahan kepada patung-patung yang terinspirasi oleh Amr bin Luhay. Jika mereka akan pergi mengusap patung, begitupun ketika pulang dari bepergian.  Hampir setiap kota ada patung khusus yang mereka sembah. Bahkan patung-patung yang dahulunya ada di zaman nabi  Nuh AlaihisSalam ada juga di jazirah Arab, patung ini ketika terjadi banjir besar ikut terbawa, kemudian oleh syaitan dibisikkan ke orang Arab lokasi patung-patung itu. Patung zaman Nabi  Nuh AlaihisSalam masih ada sampai pada masa Quraish. Begitulah kondisi jazirah Arab dengan kejahilan mereka, sampai diantara mereka membuat patung dari bahan makanan, ketika mereka lapar mereka memakannya.

Pada saat itu terjadi berbagai kerusakan lain yaitu perzinaan, perceraian dan minuman khamr. Di rekaman kajian ini dijelaskan berbagai jenis pernikahan menyimpang yang dilakukan bangsa Arab. Penyimpangan lainnya yaitu mereka membunuh anak perempuan karena malu.

Dengan kondisi jazirah Arab yang penuh kerusakan, bukan berarti tidak ada kebaikan sama sekali. Karena masih tersisa ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AlaihimasSalam yang mereka lakukan. Mereka juga bersedekah, Haji dan I’tikaf, meskipun caranya mereka ubah. Mereka sebenarnya juga mengakui Allah  Subhanallhu wa Ta’ala, namun mereka menyekutukan Allah  Subhanallhu wa Ta’ala dengan patung-patung. Kebaikan lain mereka adalah mereka menjamu memberi makan dan minum orang yang Haji. Semoga kondisi jazirah Arab seperti dikisahkan diatas tidak terulang lagi.

Categories
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja Artikel MP3

Kisah Hajar dan Ismail Alaihissalam di lembah tandus

Setelah sebelumnya kita menyimak kajian faedah atau manfaat belajar Sirah Nabawiyah, pada kajian pada artikel ini kita akan mempelajari kisah Hajar dan Ismalil Alaihissalam. Silsilah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah dalam garis keturunan sampai pada Nabi Ismail Alaihissalam yaitu putra Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan istri Hajar. Pada kajian ini akan dikisahkan tentang  air ZamZam, Nabi Ismail Alaihissalam menikah sampai dibangunnya Ka’bah Baitullah.

MP3 Player Kajian

[ti_audio media=”33″ autoresume=”1″]

Kisah air ZamZam

kisah-hajar-dan-ismail-alaihissalam-di-lembah-tandus
Nabi Ibrahim Alaihissalam membawa Nabi Ismail Alaihissalam dan Hajar ke lembah yang tandus yaitu lokasi yang akan dibangun disana Masjidil Haram dan Ka’bah Baitullah dan meninggalkan keduanya disana.  Tatkala makanan dan minuman yang disediakan Nabi Ibrahim Alaihissalam habis, Ismail Alaihissalam menangis seakan-akan akan meninggal dunia karena sangat dahaganya. Sehingga Hajar mencoba mencari bantuan barangkali ada tanda-tanda kahidupan selain mereka. Hajar mencarinya dimulai dari bukit Safa kemudian turun dan naik kembali ke bukit  Marwa, tetapi yang ada hanya fatamorgana. Ketika telah  sebanyak tujuh kali putaran yaitu ketika sampai diatas bukit Marwa, Hajar mendengar seperti ada suara “cobalah dengar Hajar”. Kemudian hajar mencoba mendengar lebih seksama dan Hajar mendekati ke arah suara itu, dan Hajar berbicara ke arah suara tersebut “jika engkau hendak menolong maka tolonglah kami”, maka keluarlah malaikat Jibril Alaihissalam. Malaikat Jibril Alaihissalam menendangkan tumitnya ke tanah yang dekat dengan tempat Ismail Alaihissalam, maka keluarlah air ZamZam. Dalam riwayat lain malaikat Jibril Alaihissalam mencongkel tanah yang dekat dengan tempat Ismail Alaihissalam dengan sayapnya kemudian keluarlah air Zamzam. Disebut ZamZam karena banyak airnya. Air Zamzam ini memiliki keistimawaan yang banyak, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) bersabda dalam hadits yang hasan “Air ZamZam sesuai dengan niat orang yang meminumnya”.  Yang dilakukan Hajar antara bukit Safa dan Marwa dikenang dan dijadikan syariat Sa’i yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwa sebanyak  7 kali ketika kita melaksanakan Haji atau Umrah.

Kabilah Jurhum bertemu dengan Hajar dan putranya Ismail Alaihissalam

Kemudian tinggallah mereka berdua disana, sampai suatu saat lewatlah kabilah Jurhum yaitu suku Arab asli, mereka datang dari tempat tinggi di Makkah, mereka  melihat ada burung berputar-putar, mereka heran karena sebelumnya tidak ada air. Mereka mengutus dua utusan dan akhirnya menemukan bahwa memang ada air disana. Mereka bertemu Hajar yang sedang berada disekitar Air Zamzam. Mereka meminta izin apakah boleh menetap disini dan menggunakan air ini, Hajar membolehkan dengan syarat Air ini tetap menjadi milik Hajar. Kabilah Jurhum ini menetap  bertetangga dengan Hajar dan putranya Ismail Alaihissalam. Nabi Ismail Alaihissalam belajar bahasa Arab dari suku Jurhum ini. Ismail Alaihissalam  menjadi seorang pemuda yang gagah dan cerdas,   dinikahkan dengan salah seorang dari suku Jurhum. Menurut ahli sejarah,  Hajar meninggal pada umur 90 tahun.

Pada kajian ini akan dibantah pendapat kaum Nasrani dan Yahudi yang berpendapat kalau yang disembelih adalah bukan Nabi Ismail Alaihissalam tetapi adalah Nabi Ishak Alaihissalam. Untuk lebih jelasnya silahkan disimak langsung di rekaman kajian pada player diatas. Juga tentang dibangunnya Ka’bah oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Ismail Alaihissalam atas perintah Allah Subhanallhu Wata’ala silahkan disimak langsung di rekaman MP3 player diatas.

 

Categories
Abdullah Shaleh Hadrami Artikel MP3

Faedah atau Manfaat Belajar Sirah Nabawiyah

Apakah faedah atau manfaat belajar Sirah Nabawiyah? Banyak manfaat yang akan diperoleh ketika mempelajari Sirah Nabi, pada rekaman kajian MP3 yang dipaparkan oleh Ustadz Hadrami disampaikan sebagian faedah mempelajarinya, disini akan dibahas 11 manfaat belajar Sirah Nabawiyah. Untuk mendengarkan kajian lengkapnya Anda bisa mengklik player pada artikel ini.

Faedah atau Manfaat Belajar Sirah Nabawiyah

Player Kajian Manfaat Belajar Sirah

[ti_audio media=”98″ autoresume=”1″]

Sebagian faedah atau manfaat yang didapat jika belajar Sirah Nabawiyah

  1. Dengan belajar Sirah kita akan mengetahui banyak asbabun nuzul ayat-ayat Alquran dan asbabun wurud hadits-hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم). Mengetahui asbabun nuzul dan asbabun wurud  penting sekali karena sangat membantu kita untuk bisa memahami ayat atau hadits tersebut, kita bisa mengambil banyak hukum daripadanya dan  ketika kita membaca ayat atau hadits tersebut kita seperti ikut serta pada kejadian waktu turunya ayat Alquran atau keluarnya hadits tersebut.
  2. Belajar sirah merupakan bekal yang bermanfaat untuk para da’i dan para mujahidin yang akan mempertajam semangat dan memperkuat  tekad dalam menyebarkan Islam, kita akan mengetahui kalau yang kita lakukan sekarang ini belum ada apa-apanya jika dibanding perjuangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) dan para sahabatnya. Dengan belajar Sirah kita akan merasakan betapa mahalnya nikmat Islam dan nikmat Iman. Kita akan terbanyang perjuangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) dan para sahabatnya yang begitu berat ketika menegakkan agama Islam ini, sehingga kita akan bersyukur dan merasa bahagia, mulya dan bangga beragama Islam.
  3. Sirah itu sendiri adalah sebagian mu’jizat Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) dan merupakan tanda-tanda kenabian. Jika orang membaca dengan hati yang bersih, pasti akan mengakui kalau Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah bukan orang biasa tetapi adalah seorang nabi. Juga didalam Sirah kita akan mengetahui mu’jizat-mu’jizat lain yang akan menambah Iman kita dan menambah cinta kita kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).
  4. Dengan belajar Sirah, kita akan tahu jalan untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin.
  5. Faedah belajar Sirah yang akan kita dapatkan adalah kita akan mengetahui betapa keahlian Sahabat Radiyallahu’anhum dan mereka memang pantas memimpin manusia karena mereka di didik langsung oleh Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم). Sehingga akan timbul dalam diri kita cinta para Sahabat dan kita juga terdorong untuk mengikuti cara dan pemahaman Sahabat Radiyallahu’anhum Ajma’in.
  6. Dengan mempelajari Sirah, kita akan merasa seakan-akan hidup bersama  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) dan para sahabat. Kita akan merasa duka mereka adalah duka kita dan bahagia mereka adalah bahagia kita. Akan timbul ikatan dan cinta kepada beliau melebihi cinta kita kepada diri kita sendiri. Saat ini buku Sirah yang jadi bestseller adalah tulisan Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury, dengan judul Ar-Rahiqul Makhtum, Batsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish-Shalati Was-Salam yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
  7. Belajar Sirah Nabawiyah merupakan kesenangan jiwa dan makanan hati yang bersih.
  8. Diantara faedah mempelajari Sirah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) berfaedah bagi seorang muslim untuk mengetahui banyak hukum-hukum fiqih, pelajaran tarbiyah dan politik yang syar’i.
  9. Dengan mempelajari Sirah Nabi, kita akan mengetahui kemualiaan Nabi Muhammad  Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).
  10. Yang akan kita dapatkan dengan mempelajari Sirah Nabawiyah adalah akan mengetahui sebab-sebab kemenangan dan kekalahan. Misalnya apakah sebab-sebab kekalahan pada perang Uhud, perang Hunain dan lainnya.
  11. Mempelajari Sirah ini akan menjadikan Sirah menjadi manhaj/metode/tatanan kehidupan pribadi dan bermasyarakat muslim yang paling benar dan paling baik yang dibawa oleh Muhammad  Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم).