Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I

Posted on 16. Dec, 2012 by in Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Artikel, MP3

Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I
4.3 (85.45%) 11 votes

Alhamdulillah hari ini kita kembali meneruskan membahas kajian Sirah Nabawiyah, setelah sebelumnya kita membahas tentang salah satu kisah besar yaitu tentang tentara bergajah yang ingin menghancurkan Ka’bah, Alhamdulillah tentara bergajah gagal terlaksana karena di hancurkan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dengan diutusnya burung-burung. Sebelum dilahirkannya Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم), ada peristiwa lain yaitu penggalian kembali sumur Zamzam dan Kelahiran Muhammad صلى الله عليه و سلم. Dalam kajian ini juga ada kisah akan disembelihnya ayah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) Abdullah bin Abdul Muthalib oleh kakek Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Abdul Muthalib. Artike ini diberi judul Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I. Karena artikel dibagi menjadi dua untuk satu rekaman Kajian.

MP3 Player Kajian

[ti_audio media=”37″ autoresume=”1″]

Penggalian Kembali Zamzam dan Kelahiran Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Bagian I

Penggalian Kembali Zamzam

Seperti dikisahkan pada kajian dengan judul Kondisi Jazirah Arab, Zamzam hilang sama sekali tanpa bekas.  Pada suatu saat Abdul Muthalib ketika sedang tidur ada orang yang datang dalam mimpinya dan berkata galilah taibah Abdul Muthalib berkata apa itu taibah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah barrah, Abdul Muthalib berkata apa itu barrah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah madnunah, Abdul Muthalib berkata apa itu madnunah? Orang itu tidak menjawab. Keesokan harinya ketika sedang tidur Abdul Muthalib didatangi orang lagi dan berkata galilah Zamzam, Abdul Muthalib berkata apa itu Zamzam? Orang itu menjawab air yang tidak surut selamanya dan air tersebut akan memberi minum jamaah Haji yang banyak letak Zamzam itu ada diantara kotoran dan darah, juga ada burung gagak yang berkaki putih yang mematok-matok disitu, dan juga ada sangkar semut disana. Kisah lebih jelasnya dan lebih benar silahkan disimak di MP3 Player Kajian tentang penggalian kembali Zamzam.

Tatkala sadar dari mimpinya dia bertanya kepada orang yang mengerti lokasi tersebut dengan menggalinya bersama dengan satu orang anak satu-satunya pada saat itu yaitu Al Haarits bin Abdul Muthalib. Belum ada anak yang yang lain. Setelah menggali nampaklah dinding sumur.  Abdul Muthalib bertakbir Allahu Akbar. Orang-orang disekitarnya mendengar takbir Abdul Muthalib tersebut. Mereka tahu kalau  Abdul Muthalib sudah menemukan apa yang dia cari. Mereka mendekati  Abdul Muthalib dan ternyata ada sumur Zamzam.  Mereka berkata kepada  Abdul Muthalib wahai Abdul Muthalib itu sumur adalah sumur nenek moyang kita bersama yaitu Ismail dan kami punya hak untuk memiliki dan mengelola sumur itu bersama.  Abdul Muthalib berkata saya tidak lakukan, sumur ini milik saya, saya telah dikhususkan untuk menemukan sumur ini. Mereka berkata berbuat adillah engkau wahai  Abdul Muthalib terhadap kami, sesungguhnya kami tidak akan meninggalkan engkau memiliki sumur itu sendirian, kami akan bermusuhan dengan engkau sampai engkau mengijinkan kami mengelola sumur tersebut. Kata  Abdul Muthalib kalau begitu caranya carilah orang yang bisa kita adukan permasalahan kita ini. Mereka berkata wahai  Abdul Muthalib ada dukun wanita di negeri Syam mari kita adukan permasalahan kita ini. Akhirnya  Abdul Muthalib bersama rombongannya berangkat sedangkan rombongan lainnya adalah yang mereka ingin mengelola sumur Zamzam itu.

Mereka berangkat ke negeri Syam. Tetapi yang jadi masalah antara Makkah dan Syam harus melewati gurun pasir yang sangat luas. Masalah lain adalah jika orang memasuki gurun pasir, orang akan kesulitan keluar dari gurun pasir itu, karena gunung-gunung pasir yang tinggi bisa berpindah dari tempat semula karena tertiup angin sehingga kesulitan menandai.  Mereka terjebak ditengah padang pasir,  Abdul Muthalib bersama rombongannya airnya habis. Kelompok Abdul Muthalib minta air ke kelompok satunya, tetapi tidak diberi. Abdul Muthalib berunding dengan kelompoknya, apa yang harus dilakukan. Kelompok Abdul Muthalib menyerahkan keputusan Abdul Muthalib. Abdul Muthalib memberikan usulan supaya setiap orang menggali pasir untuk kuburan masing-masing, dikarekan sudah tidak ada air sedangkan mereka terjebak di tengah gurun pasir. Setelah itu Abdul Muthalib berubah pikiran dan menyampaikan ke kelompoknya, wahai sahabatku apa yang kita lakukan ini adalah bunuh diri dan sikap ketidakmampuan. Kita harus terus berusaha berjalan barangkali nanti kita akan melewati daerah yang disana Allah memberikan kita air. Ayo kita pergi. Peristiwa ini disaksikan oleh Kelompok lainya. Ketika Abdul Muthalib dan kelompoknya akan beranjak dari situ, ketika sudah menaiki ontanya, tiba-tiba keluar air tawar dari bawah kaki onta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib dan kelompoknya bertakbir Allahu Akbar, karena Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memberikan air kepada mereka. Abdul Muthalib minum air tersebut dan juga kelompoknya. Mereka juga memenuhi tempat air untuk persediaan di perjalanan. Mereka memanggil kelompok lainnya supaya mengambil air tersebut. Akhirnya kelompok Quraish yang lain tersebut sadar bahwa sesungguhnya Allah Subhanallahu Wa Ta’ala telah memilih pengelolaan Zamzam di lakukan oleh Abdul Muthalib dan mereka tidak akan mengganggunya. Maka mereka semuanya kembali ke Makkah dan tidak sampai bertemu dengan dukun wanita di negeri Syam. Demikianlah kajian tentang penggalian kembali Zamzam. Untuk artikel kedua insyaAllah akan diteruskan besok.

, , , , ,

Leave a Reply