Kondisi Jazirah Arab

Posted on 13. Dec, 2012 by in Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Artikel, MP3

Kondisi Jazirah Arab
4.4 (87.69%) 13 votes

Alhamdulillah kita sebelumnya telah mengkaji kisah Hajar dan Ismail AlaihisSalam sampai dibangunnya Ka’bah supaya manusia tidak berbuat kesyirikan kepada Allah Subhanallhu wa Ta’ala. Setelah selesai dibangunnya Ka’bah, Allah Subhanallhu wa Ta’ala memerintahkan Ibrahim AlaihisSalam supaya mengumandangkan panggilan ke manusia untuk berhaji ke Baitullah. Kajian Sirah Nabawiyah kali ini membahas tentang kondisi jazirah Arab. Silahkan klik player kajian untuk menyimak lebih mendetail.

Kondisi-Jazirah-Arab

 

Kaduanya juga berdoa kepada Allah Subhanallhu wa Ta’ala agar dari keturunan Nabi Ismail AlaihisSalam diutus seorang Nabi. Allah Subhanallhu wa Ta’ala mengabulkan doa tersebut yaitu nanti dengan diutusnya Nabi Muhammad  Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Player MP3 Kajian

[ti_audio media=”34″ autoresume=”1″]

Kondisi Jazirah Arab juga Makkah

Nabi Ismail AlaihisSalam menetep di Makkah, menurut ahli sejarah Nabi Ismail AlaihisSalam memiliki 12 keturunan. Ketika sampai diusia 130 tahun Nabi Ismail AlaihisSalam meninggal dunia. Menurut ahli sejarah masa hidup Nabi Ibrahim AlaihisSalam yaitu pada abad ke 19 sebelum Masehi.  Dikarenakan Nabi Ismail AlaihisSalam menikah dengan seorang wanita kabilah Jurhum, sehingga kabilah Jurhum ini yang mengurus Ka’bah dan mengusai kota Makkah. Tetapi mereka tidak menjaga kesucian kota Makkah dan mereka melakukan kedhaliman dan kerusakan di kota Makkah. Bahkan mereka mencuri harta yang ada di dalam Kabah yaitu harta yang biasanya ditinggalkan di dalam Ka’bah sebagai hadiah oleh orang-orang yang menziarahi Ka’bah. Pada masa kabilah Jurhum ini pertama kalinya Zamzam hilang dan tidak ada bekasnya sama sekali.  Kemudian datang kabilah lain di Makkah yaitu kabilah Khuza’ah yang dipimpin oleh Amr bin Luhay, tetapi kabilah ini tidak diterima oleh kabilah Jurhum karena  kabilah Khuza’ah ingin mereka menetap di Makkah. Akhirnya terjadi peperangan, Kabilah Jurhum kalah dan diusir dari kota Makkah. Meskipun istri Nabi Ismail AlaihisSalam berasal dari kabilah Jurhum tetapi keturunan mereka bukan termasuk kabilah Jurhum, sehingga ketika terjadi peperangan ini mereka menjauh dari peperangan ini. Setelah kabilah Jurhum pergi, kekuasaan berpindah ke kabilah Khuza’ah. Terjadi kerusakan dimana-mana yang dilakukan oleh kabilah Khuza’ah maka keturunan Nabi Ismail AlaihisSalam dikumpulkan dan mengadakan peperangan dengan kabilah Khuza’ah, peperangan ini dimenangkan oleh suku Quraish. Silahkan disimak langsung di rekaman pada player kajian diatas.

Mulainya Kesyirikan di Arab

Kita kembali kepada kisah Amr bin Luhay yaitu pemimpin kabilah Khuza’ah,  dialah orang yang membawa kesyirikan pertama  kali di kota Makkah, dia yang membawa patung Hubal dari negeri Syam dan ditaruh di Ka’bah dan memanggil orang-orang  untuk menyembahnya. Meskipun dulu pada masa kabilah Jurhum dan Khuza’ah terjadi banyak kerusakan dan kemaksiatan, tetapi mereka tidak sampai berbuat kesyirikan.

Kondisi jazirah Arab bertebaran penyembahan kepada patung-patung yang terinspirasi oleh Amr bin Luhay. Jika mereka akan pergi mengusap patung, begitupun ketika pulang dari bepergian.  Hampir setiap kota ada patung khusus yang mereka sembah. Bahkan patung-patung yang dahulunya ada di zaman nabi  Nuh AlaihisSalam ada juga di jazirah Arab, patung ini ketika terjadi banjir besar ikut terbawa, kemudian oleh syaitan dibisikkan ke orang Arab lokasi patung-patung itu. Patung zaman Nabi  Nuh AlaihisSalam masih ada sampai pada masa Quraish. Begitulah kondisi jazirah Arab dengan kejahilan mereka, sampai diantara mereka membuat patung dari bahan makanan, ketika mereka lapar mereka memakannya.

Pada saat itu terjadi berbagai kerusakan lain yaitu perzinaan, perceraian dan minuman khamr. Di rekaman kajian ini dijelaskan berbagai jenis pernikahan menyimpang yang dilakukan bangsa Arab. Penyimpangan lainnya yaitu mereka membunuh anak perempuan karena malu.

Dengan kondisi jazirah Arab yang penuh kerusakan, bukan berarti tidak ada kebaikan sama sekali. Karena masih tersisa ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AlaihimasSalam yang mereka lakukan. Mereka juga bersedekah, Haji dan I’tikaf, meskipun caranya mereka ubah. Mereka sebenarnya juga mengakui Allah  Subhanallhu wa Ta’ala, namun mereka menyekutukan Allah  Subhanallhu wa Ta’ala dengan patung-patung. Kebaikan lain mereka adalah mereka menjamu memberi makan dan minum orang yang Haji. Semoga kondisi jazirah Arab seperti dikisahkan diatas tidak terulang lagi.

, ,

jazirah arab∞sirah nabi ismail∞

Leave a Reply