Kisah Hajar dan Ismail Alaihissalam di lembah tandus

Posted on 12. Dec, 2012 by in Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, Artikel, MP3

Kisah Hajar dan Ismail Alaihissalam di lembah tandus
3.9 (77.14%) 21 votes

Setelah sebelumnya kita menyimak kajian faedah atau manfaat belajar Sirah Nabawiyah, pada kajian pada artikel ini kita akan mempelajari kisah Hajar dan Ismalil Alaihissalam. Silsilah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) adalah dalam garis keturunan sampai pada Nabi Ismail Alaihissalam yaitu putra Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan istri Hajar. Pada kajian ini akan dikisahkan tentang  air ZamZam, Nabi Ismail Alaihissalam menikah sampai dibangunnya Ka’bah Baitullah.

MP3 Player Kajian

[ti_audio media=”33″ autoresume=”1″]

Kisah air ZamZam

kisah-hajar-dan-ismail-alaihissalam-di-lembah-tandus
Nabi Ibrahim Alaihissalam membawa Nabi Ismail Alaihissalam dan Hajar ke lembah yang tandus yaitu lokasi yang akan dibangun disana Masjidil Haram dan Ka’bah Baitullah dan meninggalkan keduanya disana.  Tatkala makanan dan minuman yang disediakan Nabi Ibrahim Alaihissalam habis, Ismail Alaihissalam menangis seakan-akan akan meninggal dunia karena sangat dahaganya. Sehingga Hajar mencoba mencari bantuan barangkali ada tanda-tanda kahidupan selain mereka. Hajar mencarinya dimulai dari bukit Safa kemudian turun dan naik kembali ke bukit  Marwa, tetapi yang ada hanya fatamorgana. Ketika telah  sebanyak tujuh kali putaran yaitu ketika sampai diatas bukit Marwa, Hajar mendengar seperti ada suara “cobalah dengar Hajar”. Kemudian hajar mencoba mendengar lebih seksama dan Hajar mendekati ke arah suara itu, dan Hajar berbicara ke arah suara tersebut “jika engkau hendak menolong maka tolonglah kami”, maka keluarlah malaikat Jibril Alaihissalam. Malaikat Jibril Alaihissalam menendangkan tumitnya ke tanah yang dekat dengan tempat Ismail Alaihissalam, maka keluarlah air ZamZam. Dalam riwayat lain malaikat Jibril Alaihissalam mencongkel tanah yang dekat dengan tempat Ismail Alaihissalam dengan sayapnya kemudian keluarlah air Zamzam. Disebut ZamZam karena banyak airnya. Air Zamzam ini memiliki keistimawaan yang banyak, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam (صلى الله عليه و سلم) bersabda dalam hadits yang hasan “Air ZamZam sesuai dengan niat orang yang meminumnya”.  Yang dilakukan Hajar antara bukit Safa dan Marwa dikenang dan dijadikan syariat Sa’i yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwa sebanyak  7 kali ketika kita melaksanakan Haji atau Umrah.

Kabilah Jurhum bertemu dengan Hajar dan putranya Ismail Alaihissalam

Kemudian tinggallah mereka berdua disana, sampai suatu saat lewatlah kabilah Jurhum yaitu suku Arab asli, mereka datang dari tempat tinggi di Makkah, mereka  melihat ada burung berputar-putar, mereka heran karena sebelumnya tidak ada air. Mereka mengutus dua utusan dan akhirnya menemukan bahwa memang ada air disana. Mereka bertemu Hajar yang sedang berada disekitar Air Zamzam. Mereka meminta izin apakah boleh menetap disini dan menggunakan air ini, Hajar membolehkan dengan syarat Air ini tetap menjadi milik Hajar. Kabilah Jurhum ini menetap  bertetangga dengan Hajar dan putranya Ismail Alaihissalam. Nabi Ismail Alaihissalam belajar bahasa Arab dari suku Jurhum ini. Ismail Alaihissalam  menjadi seorang pemuda yang gagah dan cerdas,   dinikahkan dengan salah seorang dari suku Jurhum. Menurut ahli sejarah,  Hajar meninggal pada umur 90 tahun.

Pada kajian ini akan dibantah pendapat kaum Nasrani dan Yahudi yang berpendapat kalau yang disembelih adalah bukan Nabi Ismail Alaihissalam tetapi adalah Nabi Ishak Alaihissalam. Untuk lebih jelasnya silahkan disimak langsung di rekaman kajian pada player diatas. Juga tentang dibangunnya Ka’bah oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Ismail Alaihissalam atas perintah Allah Subhanallhu Wata’ala silahkan disimak langsung di rekaman MP3 player diatas.

 

Leave a Reply